Abdul Sidik | Blog Motivasi – Bisnis Online – Investasi » 7 LANGKAH JITU KENDALIKAN VIRUS KUNING PADA CABAI
UXDE dot Net Wordpress Themes

7 LANGKAH JITU KENDALIKAN VIRUS KUNING PADA CABAI

in Info Blog / 13 Comments
Menurut informasi dari Antara (8/02/10) Perkembangan harga cabai merah keriting dan cabai rawit pada tingkat pedagang pengecer terus naik pada posisi Rp30.000 per kilogram dan cabai rawit Rp20.000 per kilogram. Tingginya harga tersebut akibat masih kekurangan produksi cabai, salah faktor penyebab turunnya produksi bahkan langkanya produksi adalah akibat tanaman cabai yang ditanam oleh para petani banyak yang terserang virus, salah satu yang banyak menyerak adalah virus kuning (Geminivirus) dimana virus ini termasuk kelompok virus tanaman penyerang cabai. Penyakit ini tidak ditularkan melalui biji, tetapi dapat menular melalui penyambungan dan serangga vector kutu kebul (Bemisia tabaci). Kutu kebul yang berukuran 1–1,5 mm dan berwarna putih dengan sayap ditutupi lilin bertepung, dapat menularkan geminivirus secara persisten yaitu sekali makan pada tanaman sakit dapat menularkan virus selama hidupnya.

Tanaman sakit daunnya mengalami “vein clearing” dimulai dari daun pucuk, berkembang menjadi kuning terang, tulang daun menebal dan daun menggulung ke atas (cupping). Infeksi lanjut menyebabkan daun-daun mengecil dan berwarna kuning terang, tanaman kerdil dan tidak berbuah. Namun di lapangan tidak semua tanaman cabai menunjukkan warna kuning terang, tergantung jenis varietas, ketinggian tempat dan lingkungan.

Teknologi pengendalian penyakit virus kuning/virus gemini yang sampai dengan saat ini dikuasai dan diyakini mampu menekan/mengelola serangan adalah dengan memadukan berbagai cara pengendalian secara terintegrasi dalam satu kesatuan program.

Berdasarkan hasil kajian dari beberapa literatur sedikitnya adal tujuh cara untuk menangani serangan virus ini yaitu:

Pertama, penggunaan benih yang sehat dan pembuatan persemaian yang baik sehingga tanaman mampu tumbuh dan berkembang secara lebih baik dan secara fisiologis mempunyai ketahanan yang lebih baik terhadap gangguan OPT.

Kedua, pemanfaatan kelambu untuk menutup persemaian (pengerondongan persemaian). Kelambu terbuat dari kain sifon yang dipasang dengan baik dan rapi sehingga tidak dapat ditembus dan dimasuki oleh vektor kutu kebul (Bemisia tabaci). Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penularan virus sejak dini.

Ketiga, penyiapan lahan tanam dengan baik. Keempat, penanaman tanaman pagar (penghalang) di sekeliling petak pertanaman cabai, untuk menghambat infestasi serangga vektor (yang berarti menghindari penularan virus). Terdapat beberapa jenis tanaman pagar yang dapat digunakan antara lain tanaman jagung dan orok–orok. Tanaman pagar jagung ditanam sebanyak 6 baris kurang lebih 2–3 minggu sebelum tanam cabai dengan jarak tanam yang rapat 15–20 cm. Apabila tanaman jagung yang digunakan, dilakukan beberapa baris tanam dengan selang waktu tanam satu minggu.

Kelima, sanitasi lingkungan berupa pembersihan dan pemusnahan tanaman inang dan tanaman yang telah menunjukkan gejala serangan. Keenam, pemasangan likat kuning (perangkap serangga berwarna kuning yang sudah diberi perekat). Likat kuning dipasang di areal pertanaman dengan tiang pancang setinggi + 50 cm (sedikit di atas tajuk tanaman) sebanyak 40 buah/hektar.

Ketujuh, pemanfaatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhyzobacteria) yaitu merendam benih yang akan disemai dengan larutan PGPR selama 6–12 jam dengan konsentrasi larutan 20 ml/liter air. Pemanfaatan PGPR dapat juga dilakukan dengan cara dilakukan penyiraman larutan PGPR setiap satu minggu sekali. Kedelapan, apabila dimungkinkan dapat disemprotkan larutan cairan daun bayam duri atau daun bunga pagoda atau daun nimba untuk menginduksi ketahanan tanaman.

Semoga dengan terkendalikan virus kuning ini, para petani yang berada di Kecamatan Pacet, Cipanas, Cugenang dan Sukaresmi khususnya umumnya yang ada di Kabupaten Cianjur dapat menikmati harga cabai yang terus naik tersebut. Semoga (Abdul Sidik: dari berbagai sumber)

Abdul Sidik adalah seorang yang tertarik mengulas tentang Bisnis Online, Investasi Reksa Dana, Motivasi selain itu beliau sebagai motivator, investor dan dosen di berbagai perguruan tinggi di Cianjur. Tinggal di Pacet-Cianjur, Anda dapat menghubungi melalui PIN 7651D290 atau Twitter or Facebook

  1. sidik

    Zulfadli @ Terima kasih Mas Zulfadli atas pertanyaanya. Ok, menurut yang saya ketahui sampai saat ini belum ada pestisida yang terdaftar dan diizinkan oleh Menteri Pertanian yang dapat mematikan virus. Namun yang paling penting adalah melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian penyakit virus kuning pada tanaman cabai, terutama ditunjukan pada vektor pembawa yaitu Bemisia Tabaci dan Kutu Daun Aphis atau Myzus. Demikian…

  2. Abdul Sidik

    @Anonim: lalat buah dapat diatasi dengan cara pergiliran tanaman yang bukan tanaman inang lalat buah, atau bisa juga mengumpulkan buah cabai yang terserang kemudian dimusnahkan. bisa juga dikendalikan dengan menggunakan prangkat yang diolesi tanaman yang mengandung metil eugenol seperti tanaman daun wangi (Melaleuca bracteata) dan selasih (Ocimum sanctum). Semoga bermanfaat

  3. Anonymous

    obatnya ada gak gan? apa aja gt, yg terdaftar atw gak,

Tinggalkan Balasan

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Gabung Yuuuk
Untuk melihat konten tolong bantu kami dengan mengklik LIKE ikon Facebook kami, terima kasih untuk semuanya.